Senin, 01 Agustus 2011

BAB 1 Perekonomian Indonesia

1) Pengertian Sistem

Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara.
Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara.
Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
a. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
b. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
c. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
Macam-macam SistemEkonomi
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisional
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
3. sistem ekonomi Komando (Terpusat)
4. Sistem Ekonomi Campuran
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas
7. Peranan modal sangat vital Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah: 1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga 4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
5. Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
5. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia. Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.

2) Sejarah Ekonomi Indonesia

Formasi sosial di Indonesia yang telah berkembang sejak abad yang lalu, mencakup suatu konfigurasi rumit produksi komoditi kecil (di dalamnya termasuk produksi petani/tuan tanah dan produsen kecil maupun produksi kerajinan dan pertukangan) serta berbagai tingkat produksi komersial dan kapitalis. Proses revolusi dan industrialisasi kapitalis berlangsung amat lamban.
Indonesia belum menjadi masyarakat borjuasi dan proletariat, tapi sebagian terbesar masih terdiri dari tuan tanah dan petani-penyakap, produsen komoditi kecil dan pejabat negara, serta
petani tak bertanah dan penganggur.

Namun demikian negara di Indonesia sejak abad lalu telah menjadi negara kapitalis, yang menciptakan kondisi bagi akumulasi modal dan menjamin dominasi sosial dari berbagai kelompok borjuasi. Tetapi perkembangan negara ini telah melewati berbagai tahap yang khas, yang berkaitan dengan transformasi struktur kelas, taraf produksi kapitalis, dan pertarungan politik. Hanya dalam konteks tahap-tahap khas inilah, transformasi atau peralihan bentuk dan fungsi negara di Indonesia dapat dipahami. Periode-periode yang terpenting ialah:

1. 1870-1940: Periode enclave atau kantong-kantong produksi yang menghasilkan komoditi ekspor (terutama gula di Jawa, karet dan kopi di Sumatra). Dalam periode ini negara terutama mewakili kepentingan modal Belanda.
2. 1941-1958: Periode ini memperlihatkan kemerosotan ekonomi enclave dan produksi komoditi ekspor yang disebabkan oleh situasi ekonomi dunia maupun melemahnya investasi modal Belanda dan merosotnya daya-mampu borjuasi Belanda dalam mendominasi aparatus negara. Negara republik yang menggantikannya berada dalam kekosongan ("vacuum") kekuasaan sosial karena lemah dan terpecah-belahnya kekuatan kelas sosial.
3. 1958-1965: Negara melakukan nasionalisasi terhadap ekonomi kolonial yang runtuh, dan melakukan mediasi (perantaraan) dalam kemelut pertentangan yang semakin sengit antara persekutuan sosial-olitik yang bertujuan revolusi sosial di satu pihak, dengan persekutuan yang bertujuan membangkitkan kembali kapitalisme di lain pihak. Periode ini berakhir dengan kemenangan kekuatan-kekuatan kapitalis dan kalahnya kekuatan revolusi sosial.
4. 1965-1981: Negara Orde Baru yang didominasi militer mengkonsolidasikan kekuasaan atas dasar persekutuan antara modal asing, pemodal Tionghoa (cukong), dan modal besar pribumi; negara bersandar pada sistem produksi kapitalis yang digerakkan investasi Amerika Serikat dan Jepang dalam sektor sumber daya dan energi serta dalam produksi industri ekspor dan substitusi impor yang semakin meningkat. Percepatan transformasi ini merasuki kekuasaan sosial ekonomi borjus, borjuasi Belanda mulai menekan monopoli negara ini dan membuka negeri jajahan bagi investasi modal swasta. Pada 1970 undang-undang tanah baru memungkinkan para kapitalis Belanda menyewa tanah-tanah luas yang "tidak digunakan" untuk tujuan pertanian perkebunan dan melengkapi kapitalis ini dengan sewa tanah milik desa jangka pendek (21 tahun). Negara tidak lagi camput tangan langsung dalam proses produksi yang memaksakan penyediaan tenaga kerja dan menjamin penyerahan hasil bumi, melainkan menjamin kondisi umum bagi eksistensi dan reproduksi ekonomi perkebunan kolonial.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2085870-sejarah-ekonomi-indonesia/#ixzz1Tnhpdirl

Nama: Rendra Dwi Permana
NPM : 25210734
Kelas: 1 EB 17

Minggu, 19 Juni 2011

Menabung

Perencanaan Keuangan

Ada beberapa pola dalam memastikan bahwa aktivitas menabung kita akan memberikan hasil yang optimal terutama pada saat kita menerima pendapatan rutin setiap bulan, sudah barang tentu akan mengalir menjadi pengeluaran rutin bulanan untuk memenuhi kebutuhan.

Untuk memastikan kita dapat menyusun perencanaan keuangan kita dalam menabung, ada beberapa pola aliran dana rutin berikut ini:

Pola 1.

Pendapatan -> Belanja -> Kewajiban -> Menabung

Pada pola yang pertama ini, belanja didahulukan, kemudian baru membayar kewajiban dan sisanya untuk menabung. Kebanyakan dari kita menggunakan pola ini dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan pada pola ini adalah semua kebutuhan belanja anda dan kewajiban(atau sebagian) anda terpenuhi. Namun biasanya kebutuhan belanja bervariasi, mulai dari kebutuhan primer sampai barang yang diinginkan namun tidak dibutuhkan terbeli.

Kemungkinan Anda membelanjakan semua dana yang ada sangat tinggi sehingga tidak semua kewajiban terbayar dan tidak ada sisa lagi untuk menabung. Kecuali Anda adalah orang yang sangat hemat dalam belanja.

Untuk jangka panjang, pola ini akan sangat sulit dalam mendapatkan arus kas positif, bahkan akan menjadi beban bulan berikutnya (yang sebetulnya tidak perlu terjadi), mengingat masih ada tunggakan cicilan yang tentunya akan terkena bunga majemuk (bunga berbunga).

Pola 2.

Pendapatan -> Kewajiban -> Belanja -> Menabung

Pada pola kedua ini, karena kewajiban dibayar lebih dulu, maka Anda akan terhindar dari beban biaya yang tidak perlu dalam bentuk beban bunga majemuk akibat penundaan pembayaran kewajiban tersebut di bulan berikutnya. Namun tetap saja kemungkinan Anda akan menghabiskan dana yang tersisa untuk belanja masih sangat tinggi. Sehingga tidak ada sisa untuk menabung.

Pola 3.

Pendapatan -> Menabung -> Kewajiban -> Belanja

Menurut hemat saya, pola ketiga ini adalah yang terbaik. Artinya, Anda mewajibkan diri untuk memotong pendapatan Anda untuk menabung lebih dulu. Ada baiknya Anda merubah "Mind set" tentang tabungan ini dengan konsep "Paying yourself first" sebagai prinsip utama dalam buku "The Richest Man in Babylon" karangan George S. Clason. Dalam buku ini memberikan inspirasi bahwa anda sebaiknya menghargai segala usaha anda selama ini dengan membayar diri sendiri paling tidak (minimal) 10 % dari pendapatan Anda dalam bentuk tabungan wajib Anda sebelum membayar kewajiban Anda dan membelanjakannya.

Hal ini akan memberikan keleluasaan bagi peningkatan aset Anda melalui dana tabungan yang terkumpul. Dana tabungan tersebut akan menjadi "Income Generating Asset" atau Aset yang memiliki kemampuan mengembangkan dirinya sendiri yang akan memberi Anda "passive Income". Tentu besarnya pendapatan pasif ini bergantung pada instrumen keuangan yang anda pilih untuk menempatkan dana tabungan Anda.

Setelah itu bayar dulu semua kewajiban Anda. Dan selanjutnya Anda bebas berbelanja tanpa kekhawatiran.

Minggu, 21 November 2010

Tugas Pengantar Bisnis (Budidaya Jangkrik)

TUGAS PENGANTAR BISNIS

BUDIDAYA JANGKRIK

Anggota Kelompok :

1. Derry Raspati

2. Hanggar Hardiyudha

3. Michael Kristian

4. Rendra Dwi Permana

5. Sopyan Hakim

Kelas : 1EB17

1. PENDAHULUAN

Perkembangan budidaya jangkrik di berbagai wilayah di Indonesia dewasa ini skalanya cukup besar. Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri tepung. Di samping itu, beternak jangkrik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik.

Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar yang konsumennya para penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik yang ada di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha yang cukup bagus.

2. PROSES PRODUKSI

Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi pembudidayaan, antara lain:

1. Lokasi yang digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi tersebut juga jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak mendapat sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

Langkah-langkah yang dilaksanakan, berupa:

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

Dalam hal ini pembuatan sarana berupa kandang harus dilakukan pertama kali. Kandang untuk jangkrik menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.

Kandang dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air atau minyak tanah yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

2. Peyiapan Bibit Indukan

Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:

a. Indukan:

1.
* sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
* kedua kaki belakangnya masih lengkap.
* bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
* badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
* pilihlah induk yang besar.
* jangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.

b. Induk jantan:

1.
* selalu mengeluarkan suara mengerik.
* permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
* tidak mempunyai ovipositor di ekor.

c. Induk betina:

1.
* tidak mengerik.
* permukaan punggung atau sayap halus.
* ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.



3. Pembiakan

Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Peternak mempunyai ramuan-ramuan yang diberikan pada induk jangkrik antara lain ketan item, tepung ikan, dan kuning telur bebek.

Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, kandang diisi daun-daunan kering seperti daun pisang.

Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur, kurang lebih sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagian dalam disemprot dengan semacam larutan antibiotik.

4. Penetasan

Sebelum penetasan telur, siapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibolak-balik agar tidak berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

5. Pemeliharaan

* Pencegahan Penyakit

Untuk pembesaran jangkrik dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi jangan sampai basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

* Perawatan Ternak

Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, juga harus tersedianya makanan dan gizi yang cukup agar jangkrik tidak menjadi kanibal.

* Pemberian Pakan

Anakan umur 1-10 hari diberikan pur (makanan ayam) yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi.

6. Panen

Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama, yaitu telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.

Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.

7. Analisis Penjualan/keuntungan

Biaya Pakan per bulan : Rp. 300.000

Penghasilan:

* 1 kotak menghasilkan ± 12 Kg
* 1 kg = Rp. 30.000
* Tersedia 10 kotak
* Total penghasilan 10 x 12 x 30.000 = Rp. 3.600.000
* Laba Rp. 3.300.000



3. PENUTUP

1. Kesimpulan

Budidaya jangkrik merupakan alternatif usaha yang cukup mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi permodalan juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaannya juga relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen, sehingga budidaya jangkrik bisa dikatakan sebagai peluang usaha yang cukup bagus.

2. Saran

* Apabila ditambah faktor produksi bisa menambah laba yang diterima.
* Internet bisa dimanfaatkan untuk media periklanan.



4. REFERENSI

http://sutanmuda.wordpress.com/2008/07/10/langkah-%E2%80%93-langkah-budi-daya-jangkrik-2/

http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a9

http://bisnisukm.com/usaha-meraup-rupiah-dengan-budidaya-jangkrik.html

Peternak jangkrik :

Bpk. Warno, Alamat : Kp. Rawa Bacang, Pondok Gede, Jawa Barat

Minggu, 07 November 2010

Pemasaran

Pengertian dan konsep pemasaran
Pengertian Pemasaran
Pemasaran dan produksi merupakan fungsi pokok bagi perusahaan. Kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia usaha. Kenyataannya, pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh, sedangkan istilah yang lain tersebut hanya merupakan satu bagian, satu kegiatan dalam sistem pemasaran secara keseluruhan. Pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang:
1) Penjualan
2) Perdagangan
3) Distribusi
Penciptaan faedah bagi konsumen
Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu penciptaan nilai ekonomi. Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah:
1) Produksi yang membuat barang-barang
2) Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni: faedah waktu, faedah tempat, faedah milik, faedah informasi.
Konsep pemasaran
Konsep pemasaran (marketing concept) merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa pemasaraan keinginan pembeli adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran mempunyai peranan aktif sejak dimulainya proses produksi. Semua kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dan menjual barang didasarkan pada masalah pemasaran.
Pendekatan studi pemasaran
Pemasaarn dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu:
1) Pendekatan serba fungsi (functional approach)
2) Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
3) Pendekatan serba barang (commodity approach)
4) Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
5) Pendekatan serba sistem (total system approach)
Meskipun titik-berat tinjauannya berbeda-beda, tetapi masing-masing pendekatan saling berkaitan satu sama lain.
Pendekatan serba fungsi
Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah:
1) Penjualan
2) Pembelian
3) Pengangkutan
4) Penyimpanan
5) Penanggungan resiko
6) Standardisasi dan garding
7) Pengumpulan informasi pasar
Pendekatan serba lembaga
Pendekatan serba lembaga mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga tersebut adalah:
1) Penyedian bahan/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen
2) Produsen yang mengelolah bahan menjadi barang jadi
3) Perantara pedagang, seperti: pasar besar dan pengecer
4) Perantara agen, seperti: agen penunjang (perusahaan angkutan, perusahaan penyimpanan)
5) Perusahaan pesaing
6) Pembeli akhir
Pendekatan serba barang
Pendekatan serba barang aatu disebut juga pendekatan organisasi industry, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
Pendekatan serba manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajemen serta keputusan yang mereka ambil. Pemasaran ditinjau sebagai suatu kerangka yang terdiri atas variabel-variabel yang dapat dikontrol seperti: produk perusahaan, saluran distribusi, harga, dan promosi, ditambah dengan variabel-variabel yang tidak dapat dikontrol atau variabel lingkungan seperti persaingan, permintaan, dan masyarakat.
Pendekatan serba sistem
Pendekatan serba sistem atau pendekatan sistem total ini mencakup elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran, termasuk keempat pendekatan dimuka. Sumber pemasaran adalah sekumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberi pengaruh, and membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
Struktur organisasi pemasaran
Sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan, pemasaran dipegan oleh seorang manajer pemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokan dalam dua sub bagian, yaitu:
1) Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang
2) Sub bagian penjualan umum
Masing-masing sub bagian dipegang oleh manajer yang bertanggung jawab pada manajer pemasaran dan membawahi individu-individu yang semuanya berkecimpung dalam kegiatan pemasaran.
Pasar
Pengertian pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Dari definisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsur prnting yang terdapat dalam pasar, yakni:
1) Orang dengan segala keinginannya
2) Daya beli mereka
3) Kemauan untuk membelanjakan uangnya
Macam-macam pasar
Pada pokoknya, pasar dapat dikelompokan kedalam empat golongan, yakni:
1) Pasar konsumen
2) Pasar industri
3) Pasar penjual
4) Pasar pemerintah
Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.

Marketing Mix dan Produk
Pengertian marketing mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: struktur harga, produk, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Marketing mix tersebut merupakan satu perangkat yang menentukan tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan dan semua ini ditunjukan untuk memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih.
Pengertian barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya.
Penggolongan barang menurut tingkat pemakaian dan kekongkritannya
Penggolongan ini menunjukan berapa kali sebuah barang dapat digunakan, apakah sekali, dua kali, atau beberapa kali, atau sekian banyak kali. Penggolongan tersebut juga menunjukan kongkrit-tidaknya suatu barang, sehingga barang-barang dibagi kedalam:
1) Barang tahan lama
2) Barang tidak tahan lama
3) Jasa
Penggolongan barang menurut tujuan pemakainnya oleh si pemakai
Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya oleh si pemakai ini banyak digunakan karena sangat praktis. Dalam hal ini, barang dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu:
1) Barang konsumsi
2) Barang industri
Siklus kehidupan barang (product life cycle)
Seperti halnya manusia barang juga memiliki siklus kehidupan/umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat dipasar. Barang ini terdiri dari lima tahap, tahap-tahap tersebut adalah:
1) Tahap perkenalan
2) Tahap pertumbuhan
3) Tahap kedewasaan dan kejenuhan
4) Tahap kemunduran
Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
Saluran pemasaran
Pengertian saluran distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakaian industri. Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah:
1) Produsen
2) Perantara
3) Konsumen akhir atau pemakai industri
Alternatif saluran distribusi untuk barang konsumsi dan barang industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industri. Perusahaan-perusahaan seperti itu melaksanakan beberapa fungsi pemasaran (penjualan pengangkutan, dan penyimpanan) dan membantu dalam kegiatan saluran. Adapun macam-macam perantara yang ada adalah:
1) Pedagang besar yang menjual barang kepada pengecer, pedagang besar lain atau pemakai industri.
2) Pengecer yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli terakhir
3) Agen yang mempunyai fungsi hampir sama dengan pedagang besar meskipun tidak berhak memiliki barang yang dipasarkan.
Dalam pemilihan alternatif saluran distribusi, produsen harus dapat mengkompromikan beberapa tujuan yang berbeda. Oleh karena itu dapat terjadi adanya penggunaan beberapa saluran pada saat yang sama.
Saluran distribusi ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1) Jenis barang yang dipasarkan
2) Produsen yang menghasilkan produknya
3) Penyaluran yang bersedia ikut mengambil bagian
4) Pasar yang dituju
Saluran distribusi ini sering juga digunakan untuk mencapai pasar yang sama meskipun terdapat perbedaan, terutama dalam:
1) Jumlah pembeli
2) Kepadatan pasarnya
Perantara saluran
Para perantara ini dapat dimasukan ke dalam saluran distribusi bilamana dianggap dapat melaksanakan beberapa kegiatan secara lebih efisien dari pada produsen. Dalam operasinya perantara saluran melaksanakan berbagai macam fungsi pemasaran, seperti:
1) Penyimpanan
2) Pengangkutan
Jumlah perantara
Dalam hal ini, produsen memiliki tiga alternatif yang dapat ditempuhnya , yaitu:
1) Distribusi intensif
2) Distribusi selektif
3) Distribusi eksklusif
Distribusi fisik
Istilah distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu. Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah:
1) Pengankutan
2) Penyimpanan
Penentu Harga
Arti dan Penting harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Salah satu prinsip bagi manajemen dalam penentuan harga ini adalah menitik-beratkan pada kemauan pembeli untuk harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutup ongkos-ongkos dan menghasilkan laba.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
1) Kondisi perekonomian
2) Penawaran dan permintaan
3) Elastisitas permintaan
4) Persaingan
5) Biaya
6) Tujuan manajer
7) Pengawasan pemerintah
Metode-metode penetapan harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu:
1) Pendekatan biaya (penetapan harga biaya plus, penetapan harga mark-up dan penetapan harga breakeven)
2) Pendekatan pasar atau persaingan
Politik penetapan harga
Penetapan harga bagi perusahaan yang besar sering melibatkan beberapa manajer seperti: manajer produk, manajer penjualan dan manajer lain-lain.Beberapa politik penetapan harga adalah:
1) Penetapan harga psikhologis
2) Price lining
3) Potongan harga
4) Penetapan harga geografis
Promosi dan Periklanan
Promosi
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Oleh karena itu promosi sering dipandang arus informasi atau persuasi yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran. Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi, yaitu:
1) Periklanan
2) Personal selling
3) Promosi penjualan
4) Publisitas dan hubungan masyarakat
Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu. Adapun masalah-masalah dalam periklanan, yakni:
1) Tujuan periklanan
2) Jenis periklanan
3) Media periklanan
4) Biro periklanan
Personal Selling, Promosi Penjualan dan Publisitas
Personal selling
Personal seling adalah interaksi antara individu, saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Masalah personal selling adalah:
1) Proses personal selling
2) Jenis dan tugas penjualan dan salesman
Promosi penjualan
Promosi penjualan merupakan istilah yang berbeda dengan istilah promosi meskipun sama –sama menggunakan kata promosi. Promosi penjualan hanya merupakan satu kegiatan dalam promosi. Dalam promosi penjualan ini perusahaan menggunakan alat-alat seperti:
1) Peragaan
2) Pameran
3) Demonstrasi
4) Hadiah
5) Contoh barang
Publisitas
Hampir sama dengan periklanan, publisitas ini merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media. Namun informasi yang tercantum tidak berupa iklan tetapi berita. Hal ini dapat kita jumpai pada media-media seperti:
1) Surat kabar
2) Majalah
3) Televisi
Sering publisitas itu tidak obyektif, ada yang sifatnya menjelek-jelekkan dan ada pula yang menganjung-anjung.

Minggu, 31 Oktober 2010

Tugas Studentsite

Studentsite merupakan sumber informasi bagi seluruh mahasiswa gunadarma baik itu untuk tugas ataupun untuk informasi kegiatan kampus. selain itu juga penilaian tugas mahasiswa terhadap dosen.didalamnya terdapat menu layanan mahasiswa yang dapat dipilih: home, www news, BAAK news, Lecture massages, rangkuman nilai, jadwal kuliah, jadwal ujian, bebas perpustakaan, surat keterangan, info absensi, pendaftaran lomba blog, info seminar, tulisan, tugas, deposit library, warta warga, blog komunitas perbankan, blog komunitas linux, blog komunitas fotografi.
Menjelaskan kelebihan di dalam aplikasi studentsite:
1. Home
menjelaskan berbagai informasi baru baik itu tentang universitas ataupun tentang perkuliahan
2. Rangkuman nilai
Tidak perlu untuk ke kampus melihat berapa nilai yang kita peroleh dalam ujian dengan membuka studentsite kita dapat langsung mengetahui nilai kita, lebih praktis.
3. Info Seminar
Kita dapat melihat aplikasi ini jika ingin melihat seminar
Menjelaskan Kekurangan di dalam aplikasi studentsite:
1. Lecture massages
Fungsinya tugas dari universitas, tetapi terkadang banyak mahasiswa yang tidak tahu dengan tugas ini dikarenakan tidak ada laporan pesan masuk.
2. Info Absensi
Menampilkan kehadiran mahasiswa.
Saya juga kurang begitu paham dengan info absensi yang hanya melihat absensi 2007
3. Tugas UG (Portfolio)
Digunakan untuk menyerahkan tugas kepada dosen.
menurut saya kurang praktis, karena kita harus menggunakan blog dalam mengerjakan tugas tersebut. sedangkan telah ada email yang lebih praktis.

Nama: Rendra Dwi Permana
NPM: 25210734
Kelas : 1EB17

Disain Dan Perilaku Organisasi

Pengertian Organisasi
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Definisi organisasi mencakup tiga elemen pokok, yaitu:
1) Interaksi manusia
2) Kegiatan mengarah pada tujuan
3) Struktur
Organisasi formal dan informal
Organisasi formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Struktur formal dibuat untuk meliputi pekerjaan yang harus dilakukan dan memberi suatu kerangka bagi pelaku pekerjaan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah:
1) Wewenang
2) Tanggung jawab
3) Pertanggungjawaban
4) Delegasi
5) Koordinasi
Organisasi informal
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut sistem tanaman rambat. Dalam kelompok kerja terdapat tiga karyawan, yaitu:
1) Anggota kelompok dalam (linner group)
2) Anggota kelompok pinggir (frige group)
3) Anggota kelompok luar (out group)

Sentralisasi VS Desentralisasi
Organisasi yang Disentralisasi
Organisasi yang disentralisasi merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannya dipegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak. Beberapa kebaikan organisasi yang disentralisasi adalah:
1) Pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan
2) Cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan
3) Memungkinkan bagi seluruh unit mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam
Keburukannya dapat disebutkan antara lain:
1) Jika perusahaan berkembang dengan pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak
2) Organisasi yang disentralisasi hanya member pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalam pengambilan keputusan
Organisasi yang Didesentralisir
Manajemen yang disentralisasi merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Dalam desentralisir, para manajer jenjang lebih bawah mendapat kesempatan untuk menunjukan kemampuannya.
Struktur Organisasi dan Penyusunannya
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu:
1) Interaksi kemanusiaan
2) Kegiatan yang terarah tujuan
3) Struktur
Manajemen harus mengkordinir kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi. Sebuah perusahaan yang berupa “ menyediakan barang yang berkualitas baik dengan harga bersaing kepada konsumen”. Tujuan perusahaan bersifat luas dan tidak memberikan ciri kegiatan kerja secara individual.
Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Bagan organisasi atau struktur organisasi yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority)dan tanggung jawab (respontibility). Bentuk organisasi ini bermacam-macam pada pokoknya ada empat, yaitu:
1. Organisasi garis (line organization)
2. Organisasi garis dan staf (line and staf organization)
3. Organisasi fungsional (fuctional organization)
4. Komite (committee)
5. Organisasi matrik
Organisasi Garis
Bentuk struktur organisasi garis , kekuasaan mengalir secara langsung dari direktur ke kepala bagian dan kemudian terus ke karyawan-karyawan dibawahnya. Masing-masing bagian merupakan unit yang berdiri sendiri, dan kepala bagian menjalankan semua fungsi pengawasan dalam bagiannya.
Kebaikan organisasi garis.
1. Adanya kesatuan dalam pimpinan dan pemerintahan
2. Pimpinan dapat lebih cepat mengambil keputusan
3. Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah
4. Menghemat biaya
Keburukan organisasi garis
1. Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
2. Tidak adanya spesialisasi
3. Kurangnya kerjasama diantara masing-masing bagian
Organisasi Garis dan Staf
Kepala bagian pemasaran bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran, termasuk penjualan barang kepada konsumen dan pemakai industri. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya, ia dapat mendelegasikan kekuasanan pada manajer penjualan umum (General Sales Manager), terus kebawah sampai pada personalia penjualan. Hubungan antara pimpinan dengan bawahan langsung seperti ini dinamakan hubungan garis
Manajer pengiklanan (Advertising Manager) dan manajer penelitian pasar (Manager of Market Reserch) dapat ikut membantu kegiatan penjualan dengan memberikan berbagai macam saran. Karena hubungan mereka tidak langsung, maka dalam hal ini manajer-manajer tersebut bertindak sebagai staf, dan hubungan yang terjadi adalah hubungan staf.
Kebaikan organisasi garis dan staf
1. Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus diluar bagiannya
2. Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai macam persoalan
3. Staf dapat mendidik para petugas
4. Adanya kesatuan dalm pimpinan
Keburukan organisasi garis dan staf
1. Kadang-kadang staf tidak lagi memberikan saran tetapi perintah
2. Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya
3. Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil
Organiasi fungsional
Dalam organisasi fungsional masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan/pekerja mempunyai beberapa pimpinan. Manajer memiliki kekuasaan penuh untuk menjalankan fungsi-fungsi yang menjadi tanggung jawabnya. Jadi bentuk ini lebih menekankan pada pembagian fungsi.
Kebaikan fungsi organisasi fungsional
1. Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya
2. Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi
Keburukan organisasi fungsional
1. Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah
2. Tidak ada hubungan garis secara langsung dangan atasan
3. Kesulitan-kesulitan yang timbul dapat secara cepat diatasi
4. Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan antara para manajer
Organisasi komite
Untuk membentuk komite harus memperhatikan syarat-syarat berikut ini:
1. Suasananya santai bersifat informal
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
4. Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain
5. Keputusan diambil secara konsensus
Kebaikan komite
1. Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat di antara beberapa anggota
2. Keputusan ditentukan bersama-sama
3. Menciptakan kordinasi yang lebih baik
4. Meningkatkan pengawasan karena berhubungan langsung dengan pelaksana
Keburukan komite
1. Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan pekerjaannya
2. Keharusan dalam berkompromi
3. Sering menimbulkan kesimpang-siuran dalam organisasi
4. Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang diberikan
Organisasi matrik
Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi garis dan sifat yang sudah ada. Organisasi matrik, juga disebut organisasi manajemen proyek, dapat didefinisikan sebagai organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus.
Kebaikan organisasi matrik
1. Luwes
2. Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah utama yang spesifik atau persoalan-persoalan teknis yang unik
3. Memberikan alat inovasi tanpa menggangu struktur organisasi yang ada
Keburakan organisasi matrik
1. Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisonal.
2. Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda
3. Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer bagian lain.
Perilaku Pengorganisasian
Para manajer dapat belajar banyak dai ilmu-ilmu perilaku (psikologi, sosiologi, dan antropologi) seperti apa yang memotivasi dan mempengaruhi orang dalam kelompok-kelompok kerja mereka. Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi kelompok kerja, motivasi, sikap pekerjaan, dan kepemimpinan.
Kelompok kerja
Dalam organisasi bisnis, kelompok kerja itu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaanserupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Kelompok-kelompok tersebut akan tetap ada pada setiap peristiwa di dalam organisasi karena mereka mengisi kebutuhan bagi para anggotanya. Kebutuhan itu dapat berupa:
1. Kebutuhan berkomunikasi
2. Kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi
3. Kebutuhan akan keamanan atau perlindungan
Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan tergantung terhadap banyak hal, yaitu:
1. Keakraban satu sama lain
2. Kepentingan bersama
3. Pekerjaan serupa
4. Persahabatan
Motivasi
Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berprilaku seperti yang mereka lakukan. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung kesebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi dengan cara seperti itu.
Jenjang kebutuhan karyawan
Teori motivasi dari Maslow menekankan dua ide dasar yaitu:
1. Orang memiliki banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
2. Kebutuhan manusia dikelompokan dalam sebuah hierarki kepentingan.
Pekerjaan dan sikap jabatan
Oleh musselman dan Jackson, kepuasan jabatan dipandang sebagai indikator yang bermanfaat bagi manajemen untuk menentukan apakah terdapat bidang-bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi. Kepuasan kerja telah dikaitkan terhadap perputaran dan absentiisme dalam angkatan kerja. Moral merupakan sifat umum dari angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka. Sedangkan kepuasan jabatan merupakan istilah lain yang memberi arti banyak tentang hal yang sama.
Kepemimpinan
Dalam perusahaan, kepemimpinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan. Beberapa penelitian telah memperlihatkan bahwa tidak ada satu cara terbaik untuk memimpin karyawan. Ini bergantung pada pimpinannya, karyawan, dan situasi yang ada. Macam gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam perusahaan dapat membantu menciptakan iklim kerja bagi karyawan.

Jumat, 22 Oktober 2010

MANAJEMEN UMUM

PENGERTIAN MANAJEMEN
Arti dan Fungsi Manajemen
Manajemen mempunyai lima fungsi:
1) Perencanaan
2) Pengorganisasian
3) Pengarahan
4) Pengkoordinasian
5) Pengawasan
Kelima fungsi manajemen ini sangat pentng di dalam menjalankan semua kegiatan. Semua ini dimaksud agar dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan yang telah diteteapkan dapat tercapai. Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan dimana kegiatan yang sama disatukan kedalam wadah.
Jenjang Manajemen
Perusahaan biasanya memiliki 3 jenjang manajemen,ketiga jenjang manajemen tersebut adalah:
1) Manajemen atas
2) Manajemen menengah
3) Manajemen lini pertama (bawah)
4) Karyawan (non manajemen)
LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
Sejarah manajemen berawal dari eropa meskipun secara riil sudah ada sebelumnya di eropa maupun benua-benua lainnya.
Gerakan Manajemen Ilmiah
Pada tahun 1885, Frederick W, Taylor (1841-1945) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja. Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang di terbitkannya berjudul The Principles of Scientific Management. Mengemukakan beberapa prinsip, prinsip tersebut adalah:
Prinsip 1: Semua pekerjaan dapat di observasi dan di analisis
Prinsip 2: Orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih
Prinsip 3: Menggaji pemegang jabatan dengan dasar intensif
Prinsip 4: Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksa pekerjaan
Penelitan dan buku dari Taylor itu telah membuktikan bahwa manajemen dapat dipelajari secara ilmiah oleh siapapun.
SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
Sebagai akibat daei semakin besarnya minat dalam pendidikan manajemen, sejumlah pendekatan teoritis untuk mempelajari manajemen telah bermunculan. Teori-teori pokok berasal dari para manajer dan pengajar yang ingin menentukan lebih banyak tentang apa yang perlu diajarkan kepada calon-calon manajemen. Teori-teori pada pokoknya berasal dari para manajer dan pengajar. Dari beberapa sekolah tentang pemikiran manajer yang muncul :
a) Sekolah Klasik (Classical School)
b) Sekolah Prilaku (Behavioral School)
c) Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
d) Analisis Sistem
e) Manajemen Hasil
PERENCANAAN
Perencanaan merupakan fungsi terpenting di antara semua fungsi-fungsi manajemen yang ada. Semua kegiatan yang bersifat manajerial untuk mendukung usaha-usaha pencapain tujuan, fungsi perencanaan harus dilakukan terlebih dahulu dari pada fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan. Adapun sifat-sifat yang lain dari fungsi perencanaan adalah: sumbangan terhadap tujuan serta efesiensi dari rencana itu sendiri.
Bentuk-bentuk Perencanaan
Perencanaan ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Perencanaan memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
1) Tujuan (Objective)
2) Kebijakan (Policy)
3) Strategi
4) Prosedur
5) Aturan (Rule)
6) Program
Kegunaan Perencanaaner
Kegunaan perencanaan adalah:
a) Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang
b) Mengarahkan perhatian pada tujuan
c) Memperingan biaya
d) Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan
Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan
Langkah-langkah yang harus di ambil untuk menyusun suatu perencanaan adalah:
a) Menetapkan tujuan
b) Menyusun anggapan-anggapan (premising)
c) Menentukan berbagai alternatif tindakan
d) Mengadakan penilaian terhadap alternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih
e) Mengambil keputusan
f) Menyusun rencana pendukung
Perencanaan Merupakan Proses Pendekatan yang Rasional
Perencanaan merupakan suatu proses pendekatan yang rasional untuk waktu yang akan datang. Apabila kita berusaha untuk mempelajari posisi sekarang dengan menggunakan data akuntansi maupun statistik, maka sebagai titik tolaknya kita harus menengok ke belakang.
Jarak Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokan menjadi tiga golongan, yakni:
1) Perencanaan jangka panjang
2) Perencanaan jangka menengah
3) Perencanaan jangka pendek
Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
Seperti telah dikemukakan di muka bahwa perencanaan mempunyai sifat keutamaan dan bersifat luas, ini berarti perencanaan itu baik. Selain kebaikan-kebaikan, perencanaan juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Beberapa faktor yang membatasi perencanaan tersebut adalah:
a) Sulitnya mencari anggapan secara teliti
b) Perubahaan yang sangat cepat
c) Kekakuan internal
d) Kekakuan eksternal
e) Waktu dan Biaya
Faktor biaya juga perlu diperhatikan dalam menyusun suatu perencanaan. Faktor biaya berkaitan dengan waktu. Makin lama waktu yang dibutuhkan, makin besar pula biayanya demikian pula sebaliknya.
Pengambilan Keputusan
1) Syarat pengambilan keputusan
Untuk bertindak ataupun mengambil keputusan secara rasional tersebut membutuhkan beberapa syarat, antara lain:
1) Berusaha untuk mendapat suatu tujuan yang tidak terpenuhi
2) Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan yang dapat dicapai
3) Mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilain berbagai alternatif
4) Bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuatuntuk memilih alternatif
2) Alat pengambil keputusan
Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu digunakan alat-alat seperti:
1) Operation research
2) Teori probabilitas
3) Linier progamming
Ketiga alat tersebut, masih terdapat beberapa teknik yang dipakai untuk memperbaiki kualitas pengambilan keputusan pada keadaan yang sifatnya tidak pasti, tetapi masih berada di dalam batas-batas kewajaran. Alat-alat tersebut adalah:
1) Analisis resiko
2) Pohon keputusan (Decision Tree)
PENGORGANISASIAN
Pengertian
Pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen pokok sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Dalam kegiatan tersebut diharapkan akan tercipta hubungan-hubungan di antara masing-masing komponen. Dengan demikian fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaatserta terarah pada suatu tujuan.
Hubungan-hubungan yang timbul di dalam organisasi dapat berbentuk: hubungan formal dan hubungan informal.
Pola Hubungan antara Komponen Organisasi
Semua tugas-tugas yang dijalankan diorganisasi untuk mencapai tujuan, tujuan tersebut merupakan titik tolak proses pengorganisasian. Jadi, penentuan tugas-tugas yang hendak dijalankan harus berdasarkan pada suatu tujuan. Terdapat pembagian tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakannya.
Jadi, antara hubungan tujuan, fungsi, tanggung jawab dan wewenang serta pertanggung-jawaban mempunyai hubungan yang erat, dan berkaitan satu dengan lainnya.
Rentang Kekuasaan
Keefektifan dan efesiensi seorang pimpinan dalam mengatur bawahan banyak dipengaruhi oleh jumlahan bawahan itu sendiri. Faktor jumlah bawahan belum menjamin keefektifan serta efisiensi yamg dipimpinnya pengaturan dari seorang pemimpin. Untuk itu harus diperhatikan pula faktor lain yang mempunyai hubungan erat. Faktor tersebut adalah frekuensi antara hubungan pimpinan dan bawahan. Banyak sedikitnya hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1) Latihan dari bawahan
2) Pendelegasian wewenang
3) Perencanaan
4) Teknik komunikasi
Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
Terbatasnya kemampuan seseorang akan membatasi jumlah bawahan atau bagian-bagian yand dipimpinnya. Hal ini berpengaruh pada ruang lingkup organisasi. Namun kesempatan untuk berkembang bagi suatu organisasi tetap ada, yaitu dengan mengadakan pengelompokan kegiatan atau aktivitas serta tenaga kerja dan spesialisasi kegiatan perlu dilakukan. Pengelompokan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut:
1) Didasarkan pada suatu angka
2) Didasarkan pada waktu
3) Didasarkan pada fungsi perusahaan
4) Didasarkan pada luas daerah operasi
5) Didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan
6) Didasarkan pada jenis langganan
Karakteristik Struktur Organisasi
Bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar, yaitu:
a) Keseimbangan dalam organisasi
b) Fleksibel
PENGARAHAN
Prinsip-prinsip Pengarahan
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan. Adanya beberapa prinsip, yaitu:
1) Prinsip mengarah pada tujuan
2) Prinsip keharmonisan dengan tujuan
3) Prinsip kesatuan komando
Cara-cara Pengarahan
Pada umumnya, pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan maksud agar mereka bersedia untuk bekerja sebaik mungkin, dab tidak diharapkan menyimpang dari prinsip-prinsip dimuka. Cara-cara pengarahan yang dilakukan:
a) Orientasi
b) Perintah
c) Delegasi wewenang
Komunikasi
Definisi-definisi tentang komunikasi adalah:
1) Adanya hubungan antara orang dengan orang, orang dan lembaga dan sebaliknya
2) Adanya hubungan yang timbul dan dijadikan sebagai penyalur gagasan
3) Dapat menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian
4) Untuk berkomunikasi digunakan kata-kata, surat, kode atau simbol
Dalam komunikasi juga harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Komunikasi harus jelas
2) Prinsip integrasi
3) Prinsip penggunaan organisasi informal
Motivasi
Motivasi memiliki dua macam bentuk, yaitu:
1) Motivasi Positif: proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara penambahan tingkat kepuasan tertentu.
2) Motivasi Negatif: proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa.
PENGKOORDINASIAN
Kordinasi yang baik dapat dilakukan jika masing-masing individu menyadari dan memahami akan tugas-tugas mereka. Sebenarnya tugas mereka sangat membantu pada usaha-usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
Prinsip-prinsip Organisasi
Dalam organisasi terdapat tiga prinsip, yaitu:
1) Prinsip kontak langsung
2) Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
3) Hubungan timbal balik di antara faktor-faktor yang ada
Pelaksanaan Fungsi Organisasi
Fungsi organisasi manejer dapat menempuh dua cara, yaitu:
a) Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
b) memastkan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.
PENGAWASAN
Pengertian
Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen. Cara yang dilakukan dalam pengawasan membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standart atau rencananya sert melakukan perbaikan-perbaikan bila terjadi penyimpangan.
Langkah-langkah Pengawasan
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1) menciptakan standart
2) membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan standart
3) melakukan tindakan koreksi
Syarat-Syarat Pengawasan yang Baik
Untuk menjalankan pengawasan yang baik diperlukan beberapa syarat, yakni:
1) pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan
2) pengawasn harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi
3) pengawasan harus memiliki pandangan kedepan
4) pengawasan harus obyektif
5) pengawasan harus luwes/fleksibel