Selasa, 11 Juni 2013
Percentage of Female Adolescent Substance Abuse Treatment Admissions Aged 12 to 17
Among female adolescent substance abuse treatment admissions, 19 percent were aged 12 to 14 and 81 percent were aged 15 to 17. More than half (58 percent) were non-Hispanic White and nearly one fifth (18 percent) were Hispanic (Figure 1). Another 13 percent were non-Hispanic Black.
Sumber : http://www.samhsa.gov/data/2k9/221/221AdFemTx2k9.htm
Selasa, 30 April 2013
Resume And Application Letter
-->
-->
Job
Vacancy PT
Bank Syariah BRI
Tbk, is a leading Modern Retail
Bank with a range of financial services in
accordance with customer needs
easiest to reach
more meaningful life.
ISLAMIC BANK BRI present in Subang town to be able to serve the people, institutions and businesses in the City of Subang. Accordingly, we currently require human labor for various positions through the Latest Jobs 2013 for the position of:
accounts Officer
Requirements:
• Minimum education S1
• Minimum GPA of 2.75
• Fresh graduated or experienced in bank or other financial institution
• age mak 25-35 yrs
• Fresh Graduate are welcome
• Experienced
expertise:
• Orientation Target and love a challenge and ready for the pressure
• Capable of driving a vehicle wheel 2 or 4 wheels
• Computer literate, minimum of microsoft office
• Initiated the SME financing & Linkage, Consumer, Commercial
BRI Syariah
Branch Office Bandung Citarum
JL. Citarum No. garden. 4 Bandung
Email: deni.permana @ brisyariah.co.id OR
bris.subang @ yahoo.com
Expired: May 10, 2013
ISLAMIC BANK BRI present in Subang town to be able to serve the people, institutions and businesses in the City of Subang. Accordingly, we currently require human labor for various positions through the Latest Jobs 2013 for the position of:
accounts Officer
Requirements:
• Minimum education S1
• Minimum GPA of 2.75
• Fresh graduated or experienced in bank or other financial institution
• age mak 25-35 yrs
• Fresh Graduate are welcome
• Experienced
expertise:
• Orientation Target and love a challenge and ready for the pressure
• Capable of driving a vehicle wheel 2 or 4 wheels
• Computer literate, minimum of microsoft office
• Initiated the SME financing & Linkage, Consumer, Commercial
BRI Syariah
Branch Office Bandung Citarum
JL. Citarum No. garden. 4 Bandung
Email: deni.permana @ brisyariah.co.id OR
bris.subang @ yahoo.com
Expired: May 10, 2013
=====================================================
Bekasi, 30 April 2013
The YTH.
HR Manager
PT Bank Syariah BRI Tbk
Bekasi
Dear Sirs,
I the undersigned:
Name: Rendra Dwi Permana
Place, Date of Birth: Jakarta, May 17, 1991
Address: Jln. Jaya fighters 43
No. contact: 08979260854
Education: scholar (S1)
With this petition to work in the company Mr / Ms as financing manager.
Currently I have a bachelor's education is correlated with related work, and had little experience as a finance manager in one of the leading companies.
With this permohohan letter, I expressed readiness to give time and energy when in great need and I hope to follow the selection test and interview. Thank you!
I'm Yours
Rendra Dwi Permana
Link Lowongan Kerja:
http://www.karirkoe.com/2013/04/lowongan-terbaru-bank-bri-syariah-bandung.html
The YTH.
HR Manager
PT Bank Syariah BRI Tbk
Bekasi
Dear Sirs,
I the undersigned:
Name: Rendra Dwi Permana
Place, Date of Birth: Jakarta, May 17, 1991
Address: Jln. Jaya fighters 43
No. contact: 08979260854
Education: scholar (S1)
With this petition to work in the company Mr / Ms as financing manager.
Currently I have a bachelor's education is correlated with related work, and had little experience as a finance manager in one of the leading companies.
With this permohohan letter, I expressed readiness to give time and energy when in great need and I hope to follow the selection test and interview. Thank you!
I'm Yours
Rendra Dwi Permana
Link Lowongan Kerja:
http://www.karirkoe.com/2013/04/lowongan-terbaru-bank-bri-syariah-bandung.html
Minggu, 03 Februari 2013
PENULISAN ILMIAH
PENULISAN ILMIAH
(Arti,
Pengetian dan Macam)
Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2
Oleh
RENDRA DWI PERMANA
NPM: 25210734
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012
Arti Kata
bersifat ilmu; secara
ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan: penerbitan
majalah -- berkembang dng pesat; -- populer bersifat ilmu,
tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam (tt
artikel, gaya penulisan karya
ilmiah); meng·il·mi·ah·kan v menjadikan ilmiah atau bersifat
ilmu; mengilmukan: ia tidak dapat ~ hal-hal yg gaib
1.
Pengertian Penulisan Ilmiah
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang
penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari
definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah
laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah
satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di
buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di
samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.
1.
Macam Karya Tulis Ilmiah
Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis
ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium),
artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya
kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan
informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan
(referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian
selanjutnya.
·
MAKALAH
Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
·
SKRIPSI
Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
·
TESIS
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
·
DISERTASI
Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
·
ARTIKEL
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66). Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).
Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau “karkhas” (Pranata 2002: 120).
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66). Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).
Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau “karkhas” (Pranata 2002: 120).
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
·
ESAI
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
·
OPINI
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.
·
FIKSI
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.
Di Perguruan Tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih
untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan
skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan
penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu
makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran
ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang
ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari.
1.
Tujuan Dan Kegunaan
Pada hakikatnya penulisan karya ilmiah pada mahasiswa bertujuan:
·
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil
penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
·
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak
hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil
(produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama
setelah penyelesaian studinya.
·
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana
transformasi pengetahuan antara STAIN dengan masyarakat, atau orang-orang yang
berminat membacanya.
·
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa
dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah
yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
1.
Kesalahan Yang Sering Terjadi
Sebetulnya mahasiswa terlebih para sarjana memiliki modal
kemampuan menulis. Hanya saja kemampuan tersebut haruslah senantiasa diasah
agar tidak tumpul. Seorang mahasiswa serta sarjana yang memiliki kemampuan
menulis akan lebih sukses daripada yang tidak memiliki kemampuan tersebut.
Beberapa bentuk kesalahan yang sering dijumpai dalam tulisan
antara lain:
·
Salah mengerti audience atau pembaca tulisannya.
·
Salah dalam menyusun struktur pelaporan.
·
Salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan
menjiplak (plagiat).
·
Salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan, penggunaan Bahasa
Indonesia (akan dibahas secara khusus) yang belum baik dan benar.
·
Tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak
standar dan berkesan seenaknya sendiri).
·
Tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah,
margin yang berubah-ubah).
·
Isi yang terlalu singkat karena dibuat dengan menggunakan
point-form seperti materi presentasi.
·
Isi justru terlalu panjang dengan pengantar introduction yang
berlebihan.
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat
aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta
penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri
dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian
penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti
merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari
beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan
serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Sumber:
http://www.artikata.com/arti-330467-ilmiah.html
http://aryonelmessi.wordpress.com/2011/02/24/penulisan-ilmiah-2/
PENALARAN
PENALARAN
(Arti,
Pengertian dan Jenis)
Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2
Oleh
RENDRA DWI PERMANA
NPM: 25210734
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012
Menurut arti kata:
“Penalaran” mempunyai berbagai makna, diantaranya:
“Penalaran” mempunyai berbagai makna, diantaranya:
·
Cara (perihal)
menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan
takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis;
·
Hal
mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan
atau pengalaman;
·
Proses mental
dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip;
- PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak
dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep
dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk
proporsisi-proporsisi yang sejenis , berdasarkan sejumlah proporsisi yang
diketahui atau dianggap benar, orang akan menyimpulkan sebuah proporsisi yang
baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Jenis-jenis Penalaran.
Penalaran Deduktif adalah proses
penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku
khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini
disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni
dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang
lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari
suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Penalaran induktif adalah proses
penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum
berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi.
Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan
antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji
secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara.
Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan
umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Sumber tulisan:
1. Dra. VERO SUDIATI, A.
WIDYAMARTAYA, 1995, Kiat dasar mengarang, Jakarta,yayasan pustaka nusantara.
Langganan:
Postingan (Atom)
